Kamis, 16 Juni 2011

Sekapur Sirih tentang Yayasan Caritas Timika Papua

Logo Yayasan Caritas Timika Papua
Berawal dari kepedulian gereja Katolik terhadap masyarakat di Papua umumnya dan wilayah Mimika khususnya. Pada awal 1998 , uskup Leo Laba Ladjar dari keuskupan Jayapura, yang saat itu membawahi wilayah Papua Tengah termasuk Timika, bersama para tokoh masyarakat adat Mimika , PT. Freeport Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia sepakat untuk menyediakan sarana kesehatan yang memadai untuk masyarakat sekitar Mimika (saat itu masih berstatus kecamatan). sarana kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan sekaligus memperbaiki kwalitas hidup, agar Sumber Daya Manusia di Papua semakin baik dari waktu ke waktu.
Uskup Leo laba Ladjar
Uskup John Philip Saklil
Rumah Sakit menjadai jawaban atas kebutuhan diatas, maka para pemangku kepentingan (stake holder) yang terdiri dari Gereja Katolik, Pemerintah, lembaga Adat (yang kemudian dibentuk LPMI-Lembaga Pengembangan Masyarakat Irian Jaya), PT Freeport Indonesia sepakat membangun sebuah Rumah sakit dan bersama2 bahu-membahu mensukseskan rencana ini, Lembaga adat memainkan peranan selaku pemilik Rumah Sakit, Pemerintah menyediakan lahan dan perijinan, PT Freeport Indonesai menanggung biaya operasional (Financial), dan gereja Katolik sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya berperan selaku pengelola Rumah Sakit.
Dari sinilah  berawal dibentuknya Yayasan Caritas Timika - Papua dengan tujuan awal adalah mengelolah Rumah Sakit, yang kemudian diberi nama Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) atau yang lebih dikenal dengan nama Rumah Sakit  Caritas Timika. Nama Caritas dipakai karena pada awalnya Keuskupan melihat bahwa Caritas sebagai salah satu unit karya milik Fransiscan (FCh) dianggap cukup mumpuni menangani berbagai rumah sakit dibelahan Nusantara lain (Palembang, dan wilayah sekitar Sumatera)., diajak bergabung dalam pelayanan di RSMM.
Pater Bert Hangendoorn
Yayasan Carita Timika atau yg disingkat YCT adalah organisasi nirlabah yang khusus bergerak di bidang kesehatan , perumah sakitan dalam perjalanannya berubah nama pada tahun 2010 menjadi Yayasan Caritas Timika-Papua atau disingkat YCTP.

alm. Pater Jack Mote ,Pr.
Dalam perkembangannya, sesuai tuntutan kebutuhan di daerah pedalaman yang membutuhkan perhatian maka Uskup Timika, John Philip Saklil selaku ketua badan pembina YCT, menugaskan YCT untuk lebih memperluas wilayah kerjanya, YCTP mempunyai wilayah kerja di wilayah Papua Tengah, mulai dari mapurujaya (Klinik Caritas Mapurujaya), Nabire (St. Rafael), Biak (St. Elisabeth), Klinim Bilogai, dan Klinik Agimuga-Aramsolki.
Leonard D. piry
Pada awal berdirinya di tahun 1998 operasional ,YCT dipimpin oleh Pater Bert Hagendoorn O.F.M. yang bertanggung jawab selaku Ketua Badan Pengurus yang aktif menangani langsung YCT. Seiring perubahan waktu, tongkat komando ketua badan  YCT di lanjutkan oleh  alm. Pater Jack Mote, Pr. sampai pada tahun 2005 tongkat estafet  ketua Badan pengurus berpindah tangan kepada Leonard Demian Piry, yang berjalan sampai dengan saat ini (2011). 

Yayasan Caritas Timika Papua beralamat di Jl. Cenderawasih, Komplek Mulia Mini Mall, Tlp. (0901) 322690, Fax.: (0901) 322570, Timika, 99910 Papua. email address; dialamatkan kepada direktur eksekutif YCTP , vincentdepan@yahoo.com

YCTP melayani penuh kasih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar